Tampilkan postingan dengan label essai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label essai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2011

CERITA DAN SEJARAH KELUARGAKU(CSS MoRA ITS)

Semuanya berawal dari angkatan 2006, yaitu PBSB angkatan pertama yang berlabuh di kampus perjuangan, ITS Surabaya. Sebanyak 39 orang mengawali perjalanan CSS MoRA ITS di kampus ITS ini. Dengan komting angkatan Helvea Rezano ( Gori), PBSB 2006 di awal masuk belum memiliki organisasi yang mewadahi, kegiatannya hanya kumpul-kumpul bareng, ngopi, rujakan, dll. Dikarenakan memiliki kesamaan latar belakang (sama-sama dari pesantren), maka diperlukan suatu wadah (organisasi) yang mewadahi mahasiswa-mahasiswa dari pesantren ini (selanjutnya disebut mahasantri).
Pada 19 Mei 2007, terbentuklah organisasi yang mewadahi mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari pesantren ini, HadITS (Himpunan Anak Depag ITS). Pertama kali organisasi ini terbentuk memiliki susunan kepengurusan sebagai berikut: diketuai oleh Helvea “ Gori” Rezano (Sistem Infori ‘06), dan memiliki 4 departemen yaitu Keilmiahan, Syiar, Humas (Hubungan Masyarakat), dan Kesma (Kesejahteraan Mahasantri).
Tentang LKMM Pra-TD

Acara satu ini, merupakan agenda wajib bagi para mahasiswa yang mengaku dirinya menjadi “MABA ITS”.  Acara yang dilaksanakan tiap fakultas ini menjadi acara penyatu integralitas fakultas bagi para MABA. Bagaimana tidak?? Dalam kegiatan tersebut satu fakultas berkumpul tanpa membawa embel-embel  jurusan alias no arogansi jurusan. Semua berkumpul dan bersinergi dalam satu integritas yang begitu mengagumkan.
                Apa  bedanya acara ini dengan sebelum-sebelumnya?? Hmmmmm banyak sekali tentunya. Yang pasti kegiatan PRA-TD ini, jauh dari kata membosankan. Kegiatan ini juga tidak membuat ngantuk dan jenuh tingkat tinggi. Pokoknya seru deeeeeeech. ^_^
RENCANA INDAH  ALLAH
            Menjadi yang terbaik memang merupakan suatu hal yang lumrah diimpikan oleh setiap individu. Entah dalam bentuk akademik maupun non akademik. Persaingan menjadi hal yang dihalalkan untuk mencapai semua ini. Tak bisa ditawar, keluarga lah factor pendukung utama dalam meraihnya.
                Berawal dari pengalaman, saya ingin membagi unek – unek  tentang semua ini. Dibesarkan dalam keluarga yang biasa, tak membuat saya lantas terenyuh dan mencoba pasrah dengan semua keadaan. Bahkan jika saya dapat berbicara saya bersyukur memiliki kelurga yang biasa namun memiliki kasih sayang yang sangat luar biasa.
                Meski dengan kondisi keluarga saya yang tak berlebih , namun yang membuat  terharu adalah pengorbanan orangtua yang selalu berusaha memberikan yang berlebih untuk saya. Apalagi ayah saya, beliau adalah sosok lelaki yang paling ku kagumi. Beliau selalu menanamkan tentang arti perjuangan dalam hidup. Saya masih ingat dengan jelas saat ayah saya harus berpeluh keringat hanya untuk memberikan kecukupan pada kehidupan keluarga kami. Namun beliau selalu berkata, peluh keringatnya terlupakan saat melihat keceriaan kami. Maka tak heran jika suatu saat telah berhasil dalam meraih hidup, sosok pertama yang saya berikan semua adalah orang tua saya.

Selasa, 20 Desember 2011

PKM, Tonggak Inovasi dan Kreasi Mahasiswa
     PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa), eksistensinya di kalangan mahasiswa di seluruh perguruan tinggi sudah tidak dapat diragukan lagi. Salah satu ajang bagi mahasiswa untuk berkarya dan mengembangkan sayap-sayap kreatifitas ini merupakan sebuah ajang bergengsi yang diadakan oleh DIKTI sebagai usaha penyediaan lapangan inovasi untuk mahasiswa. Program ini juga merupakan wujud implementasi dari usaha pengabdian masyarakat yang memang diemban setiap mahasiswa dalam peran dan fungsi mahasiswa. Melalui PKM ini, mahasiswa dapat berinovasi, berkreasi dan mencipatakan hal baru yang tentunya ditujukan dan dimaksudkan utnuk pengabdian kepada masyarakat.
     Program ini awalnya berwujud KAM, Karya Alternatif Mahasiswa) yang bidangnya adalah kewirausahaan. Selain KAM, DITLITABMAS juga membuat program-program seperti Kuliah Kewirausahaan (KWU), Kuliah Kerja Usaha (KKU) dan program-program lain yang hanya bisa diikuti oleh dosen namun menyertakan mahasiswa sebagai pekerja lapangannya. Keterbatasan bidang serta teknis dari program-program ini dirasa sangat membatasi ruang kreatifitas mahasiswa yang ingin berinovasi dan berkreasi di bidang-bidang lain. Pada 2001, DITLITABMAS kemudian mengembangkan KAM menjadi Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang kita kenal saat ini.
     Program ini memiliki banyak bidang yang memungkinkan mahasiswa untuk berkarya seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya. Bidang itu adalah bidang penelitian (PKM-P), penerapan teknologi (PKM-T), pengabdian kepada masyarakat (PKM-M), kewirausahaan (PKM-K) dan penulisan artikel ilmiah (PKM-I). PKM-I ini selanjutnya dikembangkan menjadi PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI) yang bermuara pada Jurnal Kreatifitas Mahasiswa dan PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT) yang menggantikan PKM-AI di PIMNAS.

Sabtu, 10 Desember 2011

Terapi Air Putih Sehat dan Murah

Air merupakan karunia Allah yang sangat berlimpah. Terlihat sederhana namun sebenarnya memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia. Manfaat yang dimiliki antara lain sebagai berikut:
 1.)Memperlancar sistem pencernaan
Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.
2.) Air putih membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.
 3.) Perawatan kecantikan
pengaruh air terhadap kesehatan kulit yaitu menjaga kelembaban agar tidak terlalu kering dan tidak mudah mengkerut
4.)Untuk kesuburan
Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita yang berperan dalam reproduksi.

Rabu, 07 Desember 2011

Who Am I ?


Seorang  bayi mungil yang lahir 18 tahun silam, tepatnya pada tanggal 8 Maret 1993 saat ini telah beranjak dewasa. Endang Sulistiyani itulah namanya. Hidup dalam keluarga sederhana bersama ayah, ibu, dan adiknya. Sejak berumur dua tahun diajari orang tuanya menjalani hidup yang sesungguhnya dengan merantau ke Sumatra. Anak yang waktu kecilnya bersifat manja dimana setiap keinginannya harus terpenuhi, semenjak pulang ke rumahnya justru berubah menjadi anak yang tertutup dan kurang bergaul. Lebih sering berdiam diri di rumah dari pada bermain bersama teman-temannya.
Taman kanak-kanak menjadi awal pendidikan formalnya, dia mulai belajar mengenal angka, huruf, dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Pada tahap ini dia mulai mengembangkan kemampuannya hidup mandiri. Mulai memakai seragam dan berangkat sekolah sendiri ketika ibunya bekerja. Pembelajaran inilah yang selalu diingatnya sehingga tidak menggantungkan diri pada orang lain.
Efek sosialisasi mulai memasuki diri sulis, nama biasa dia dipanggil dalam keluarga maupun sekolah. Kebiasaan membatasi diri dengan sekitar kini mulai berkurang seiring memasuki sekolah tingkat dasar. Dia mulai aktif dan mau bermain bersama dan boleh dibilang ini merupakan awal muncul kecerewetannya. Mendengar minrta tanda tangannu  cerewet janagan langsung menilai begitu saja. Kecerewetan yang dimaksud di sini adalah cerewet dalam mengingatkan teman.
Beranjak ke pendidikan berikutnya tidak banyak hal berubah dari dirinya.hanya saja dia juga menjadi anak yang berpendirian namun sedikit mengaraah kepada keegoisan. Dia akan melakukan segala sesuatu yang diinginkan tanpa peduli apakah orang lain melakukannya, berjalan ke depan jika menurutnya itu benar tanpa meminta orang lain menunggunya atau menunggu orang lain. Sekarang sudah tidak pendiam memang namun kediamanannya terkadang membuat oranglain bertanya-tanya. Ketika tidak suka dengan sebuah keadaan dia cenderung diam, tanpa memberitahu sedikitpun apa alasannya. Seketika bisa saja bercanda bersama teman dan berubah menjadi diam, membuat teman disekitarpun bingung dengan perubahan sikap yang begitu cepatnya. Inilah salah satu hal yang membuat dia susah ditebak orang lain.
Endang Sulistiyani juga anak yang mudah bergaul dengan teman, meskipun sifat ini tentu bertolak belakang dengan sifatnya waktu kecil. Namun sifat ini juga tidak selamanya berlaku, ketika dia berada di kondisi lingkungan yang tidak kondusif lain lagi ceritanya. Kesulitan dalam beradaptasi karena sifat pelupanya dan kecenderungan untuk tahu orang tetapi belum tentu tahu namanya. Jangan ditiru sifat ini.
Sifat seperti ini membuatnya menjadi gadis yang sedikit aneh. Suka menyendiri dan jarang menceritakan sesuatu kepada orang lain membuat sifat penutup menghinggapinya. Kadang teman-temannya saja takut ketika ingin mengajak ngobrol. Inilah Endang Sulistiyani seorang gadis yang sedikit egois, gampang marah, dan sulit menilai sesuatu. Susah bermimpi tetapi tidak berarti tidak memiliki mimpi. Berangan-angan tentang sesuatu tidak langsung bisa dilakukan, membutuhkan pemikiran yang panjang. Motto hidupnya pun seperti ini,”hiduplah untuk kenyataan jangan hidup untuk impian. Bukan berarti tidak boleh bermimpi, namun jika hidup hanya untuk impian kapan kita akan meraih kenyataan hidup. Kenyataan baginya adalah sebuah jalan yang harus ditempuh dan jangan lupa mengingat ALLAH yang selalu melindungi. Inilah ENDANG SULISTIYANI. Semoga akan lebih mengenal diri pribadi terlebih dahulu sebelum lebih mengenal orang lain,amiiin...
SEMANGAT!!!

Selasa, 06 Desember 2011

PATRIOT (prestatif, aktif, tanggap, kritis, visioner, dan tanggung jawab)


Sebuah kata yang syarat dengan makna. Inilah tema yang diangkat dalam kegiatan LKMM Pra TD  Fakultas Teknologi Informasi yang ke-4. Sebuah acara pelatihan menejemen diri oleh mahasiswa ini tentu mengharapkan terbentuknya mahasiswa yang prestatif, aktif, tanggap, kritis, visioner, tanggungjawab. Betapa idealnya jika mahasiswa mampu seperti itu. Mahasiswa tidak hanya pintar dalam akademik tetapi juga ditunjang dengan soft skill yang mumpuni. Menggunakn kepandaiannya tidak hanya untuk dirinya sendiri melainkan mengajarkannya kepada orang lain. Ilmunya tentu tidak akan berkurang malahan akan bertambah teman. Dia akan berusaha membantu sebelum oamh lain meminta bantuan. Apa itu unsur dari patriot:
Prestatif.
          Merupakan sutu keadaan seorang mahasiswa yang mampu melakukan hal yang lebih dari orang lain dan apa yang dilakukan itu bermanfaat, tidak hanya untuk dirinya sendiri namun yang jelas harus bermanfaat bagi orang lain. Bukan sebuah prestasi jika hanya suatu kebanggaan tanpa memberi manfaat.
Menjadi mahasiswa prestatif adalah sebuah bentuk nyata kontribusi bagi bangsa, negara, dan agama.
Salah satu indikator prestatif adalah aktif. Banyak mahasiswa yang berprestasi namun apakah mereka aktif? Aktif dalam artian kegiatan akademis, aktif dalam absensi,  aktif dalam organisasi, dan yang terpenting aktif dalam masyarakat. Keaktifan idak boleh mengganggu privasi dan meskipun aktif diharapkan tidak akan mengganggu kegiatan yang laimnya. Sehingga keaktifan juga harus dibarengi dengan keselarasan untuk mewujudkan prestasi.
          Masalah dalam masyarakat makin hari makin bertambah dan butuh tanggapan dari berbagai pihak. Jika pemerintah kurang perduli dengan keadaan saat ini maka mahasiswa harus tanggap dan peka dengan apa yang terjadi. Sebagai panjang tangan dari masyarakat kepada pihak yang berhak mengurus, tanggap situasi menjadikan mereka lebih peka. Kepekaan dapat dimulai dari lingkungan keluarga karena itu adalah lingkungan yang paling dekat. Harus ada komunikasi yang lancar antar anggota kelompok agar tercipta perhatian dan hidup dalam kedamaian,saling mengerti satu sama lain, kalau ada masalah dibicarakan sama-sama. Berbeda jika dalam suatu keluarga yang sibuk kerja, seorang yang di dan jarang  bertemu atau bahkan tidak pernah ketemu.
          Fenomena yang terjadi sekarang menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa baru cenderung pasif dan kurang tanggap situasi yang menyebabkan mereka menjadi tidak kritis. Berbeda dengan kondisi yang diharapkan  yang seharusnya menjadi wakil masyarakat. Kritis membuat nilai tambah dalam pembentukan patriot, aktif saja tidak cukup. Setiap permasalahan itu berbeda dan butuh penyelesaian yang berbeda pula. Jika orang biasa  hanya tahu kalau itu adalah masalah, tetapi kalo orang yang kritis analisanya tidak hanya tentang masalahnya tapi penyelesaian, penyebab, dan lainnya.
            Prestatif atau tidak, aktif atau tidak, tanggap dan kritis atau tidak, visioner atau tidak?perlu diingat bahwa semua yang dilakukan butuh tanggung jawab. sekali melakukan mungkin masih banyak kekurangan. Tanggung jawab ini harus dilakukan baik hasilnya maksimal atau tidak, jika sudah berani bertindak tentu harus berani bertanggungjawab.
            Patriot untuk seorang mahasiswa bukan sebuah keharusan namun sebuah kebutuhan. Kika melakukan sesuatu di hari ini akan berpengaruh pada hari esok. Maka pelatihan yang akan dilakukan dua hari ke depan diharapkan mampu merubah mindset untuk menjalani hidup. Belajar keterampilan untuk latihan kewira husaannya, belajar menejemen diri harus dimulai bukan hanya di diri  pribadi.jika sudah mampu mengontrol diri sendiri maka diharapkan menjadi mahasiswa yang tidak datang telat, asyik bertanya, aktif, peduli dengan lingkungan sekitar, mampu berpikir gratis untuk menyelesaikan rancangannya. Apa  yang akan terjadi setelah pelatihan diminta rencana jika masalah sudah terpenuhi. Diharapkan ini tidak hanya dilakukan oleh segelintir mahasiswa namun seluruhnya. Mari berpikir dan mengungkapkannya. Allah tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan,,,tapi Allah memberikan apa yang kita butuhkan. Menjadi mahasiswa yang PATRIOT. Sehingga terbentuk kehidupan yang pintar tetapi bisa mengabdi masyarat.,,,,.
SEMANGAT!!!
Vivat FTIf...hidup FTIf...maju FTIf...ITS Jaya
Vivat...hidup ITS.... hidup ITS.... hidup ITS....

Kamis, 01 Desember 2011

Siapa Saya ( Versi Teman-Teman)

  Minggu kemarin saya menulis tentang diri sendiri menurut pendapat pribadi. Apa yang tertulis adalah tentang hal-hal yang terdeteksi oleh saya sendiri dan mungkin juga orang lain atau sering disebut open area.
Oh iya sebelum melanjutkan tentang pendapat teman-teman tentang saya, ada beberapa informasi mengenai jendela yang ada pada masing-masing individu. Secara garis besar ada empat jendela yaitu:open area, blind area, hidden area, dan unknow area.
Open area yaitu  sifat pada diri seseorang yang sudah diketahui diri sendiri dan orang lain. Ini merupakan apa-apa yang biasa terlihat dalam keseharian.
Blind area yaitu sifat yang ada di diri seseorang dan diketahui orang lain  namun tidak diketahui oleh dirinya sendiri. Area ini diibaratkan sebagai orang yang matanya tertutup, mereka tidak bisa melihat apapun hanya kegelapan namun orang di sekitar bisa melihat bagaimana diri orang tersebut.
Hidden area merupakan kebalikan dari blind area. Sifat-sifat yang hanya bisa diketahui oleh orang lain jika diri pribadi memperlihatkannya.
Unknow area, ini merupakan area yang harus dicari oleh diri sendiri dan orang lain karena belum diketahui.
Dari uraian diatas masing-masing area memiliki arti tersendiri. Tidak adil rasanya jika orang menilai dirinya sendiri tanpa mendapatkan hal yang sama dari orang lain.
Memasuki masa perkuliahan seperti masuk ke dalam tempat asing yang tak satupun orang yang dikenal. Tidak terasa kurang lebih tiga bulan telah terlewati, belajar bersama teman baru dan bersosialisasi. Pandangan terhadap saya tentu beragam. Kemari iseng-iseng mencari pendapatkan teman sekelas mengenai saya. Kesannya berbeda-beda meskipun sebagian besar hampir sama. Logatnya jawa banget itulah pendapat mayoritas teman-teman. Benar memang penilaian tersebut, saya berbicara sebagaimana biasanya berbicara dengan logat jawa tengahan yang tentu berbeda dengan surabayaan. Ada juga yang tidak kalah banyak mengatakan bahwa saya adalah orang yang moody banget bahkan sampai tidak terdeteksi. Meskipun baru sebentar   namun teman sekelasku sedikit banyak sudah mengenalku. Terima kasih teman-teman,,,semoga saya dan kalian akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi,amin...