Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

MENJADI PEMENANG TAK HARUS MENGALAHKAN

Kehidupan manusia tidak pernah bisa ditebak. Bagai roda yang berputar yang tidak tahu kapan berhenti. Terkadang di atas , terkadang di bawah. Menang, kalah, sakit, sehat, bahagia, sedih adlah bagian kehidupan yang selalu mengiringi kita. Tidak bisa menang terus atau kalah terus,,Allah itu maha adil.
Pernahkah Anda menjadi pemenang???jika pernah, apa kemenanganmu itu mengalahkan orang lain,jika iya maka itu bukan kemenangan yang sejati. Dan yang beum menjadi pemenang, suatu saat jika kau menjadi pemenang jangan membuat orang lain merasa kalah.
Kemenangan yang sejati adalah kemenangan yang didapat melalui usaha yang memang pantas dimenangkan. Orang lainpun merasa bahwa kita layak menjadi pemenang karena kita melakukan lebih dari mereka. Membuat orang lain tersenyum tanpa ada yang merasa kecewa.
Lakukanlah dengan sepenuh hati dan niatkan hanya untuk beribadah kepada Allah. bukan untuk mencari simpati atau ingin mendapatkan pujian.
Sesungguhnya kemenangan bukanlah tujuan melainkan hnaya sebuah hadiaah atas usaha dan kerja keras seorang insan. Pemenang atau bukan itu tidak masalah yang terpenting adalah manfaat kita.
SETIAP ORANG ADALAH PEMENANG UNTUK DIRINYA SENDIRI




JURUSAN YANG KUCINTAI
Tidak pernah terbayangkan sebelumnya aku akan menginjakkan kakiku ke ITS, terlebih masuk jurusan Sistem Informasi. Namun nasib berkata lain, aku mendapat kesempatan kuliah di sini dan membuka lembaran baru bersama jurusan yang sama sekali masih asing untukku.
MASALAH peralihan peran  MABA
Posisi mahasiswa yang kita jalani sekarang merupakan proses peralihan peran siswa menjadi mahasiswa. Semester awal seperti ini banyak sekali masalah yang dihadapi. Sebenarnya masalah ini timbul dari setiap aktifitas yang telah diambil.

Rabu, 21 Desember 2011

Kasih Sayang Bukan Hanya di Hari Ibu
22 Desember dikenal dengan hari ibu. Hari untuk mengenang segala perjuangan malaikat hidup kita. Banyak orang berlomba-lomba menunjukkan kasih sayang kepada ibunya pada hari ini, meminta maaf, memberi hadiah, atau hanya sekedar menangis dan memeluk beliau.

Selasa, 20 Desember 2011

Kelucuan OMB
Zaman-zaman maba seperti ini tidak lepas dengan yang namanya orientasi di hampir setiap perguruan tinggi. Tidak ketinggalan, institut teknologi sepuluh nopember surabaya pun menyelenggarakannya. Setiap jurusan diberi kewenangan dengan batas waktu yang ditentukan. Namun tulisanku hari ini bukan tentang pengertian, tujuan, atau apa saja yang dilakukan. Tentu sudah banyak yang membahas dan kalian semua tentu tahu karena sudah mengikutinya.
Mungkinkah ada cerita atau kejadian lucu di acara ini???mari kita baca celotehan hati mahasiswa.
Apa Katamu Tentang PKTI???
PKTI merupakan salah satu bentuk pelatihan untuk menulis karya tulis ilmiah. Bukan hanya berlatih untuk menulis tetapi juga mengungkapkan ide yang ada di kepala. Suatu kewajiban bagi mahasiswa baru untuk mengikutinya. Namun bagaimana sebenarnya pendapat mahasiswa sendiri sebagai objek dari pelatihan ini. Mari dengarkan kata mereka.
1.)     Mahasiswa itu bebes, tidak ada kewajiban bagi mereka. Ikut kegiatan atau tidak merupakan suatu pilihan dari hati.
2.)     Setiap orang memiliki bakat masing-masing, dan tidak semua suka menulis.
3.)    Sedikit membosankan tapi juga tidak banyak mengasyikkan.
Arti Angka 86400
Apa yang terpikir dalam benak kalian ketika mendengar, melihat, ataupun mendapatkan?
Jika 86400 itu adlah uang, apa yang akan kau perbuat dengannya, dipakai untuk makan?minum? traktir temen? shodaqoh? Atau untuk apa???
Syaratnya sederhana, uang itu harus habis pada hari itu juga dan apabila masih tersisa maka akan hangus. Sudah tahu mau diapakan atau justru bingung,.
Adakah yang bertanya mengapa uangnya dalam nominal yang aneh, yaitu 86400.
Jumlah waktu setiap hari dalam satuan detik, inilah jawabannya.
Banyak bukan waktu yang kita miliki setiap harinya, lantas bagaimana penggunaannya selama ini. Masih kurang atau masih tersisa?
Menejemen waktu bukan urusan seberapa banyak waktu yang dimiliki tapi apa yang bisa dilakukan dengan waktu yang ada. Pengelolaan diri di dalam menjalaninaktifitas yang ada dengan waktu yang dimiliki merupakan salah satu arti menejemen waktu. Ambil contoh saja mahasiswa ada tugas yang harus dikumpulin besok, respon dari masing-masing mahasiswa pasti berbeda-beda. Misal si A mengerjakan pada hari tugas dikumpulkan, si B sehari sebelum  dateline, atau mungkin bahkan sehari setelah waktunya. Hal-hal inilah yang membuat hasil yang mereka peroleh. Jika ingin mendapatkan sesuatu yang lebih berarti kalian juga harus memiliki usaha pengaturan waktu yang lebih juga.
Bukan karena tidak memiliki waktu, tetapi kita yang tidak meluangkan waktu.


Rabu, 07 Desember 2011

Rasa Cemas dan Tertekan Memicu dan Mempercepat Berbagai Penyakit


Pernahkah Anda merasa cemas atau tertekan yang sangat luar biasa? Jika pernah, jangan diulangi lagi dan yang belum jangan sekali-kali mencoba.
Orang yang merasa cemas dan tertekan berada pada kondisi diri yang tidak terkontrol, baik itu emosi, cara berpikir, dan komposisi hormon dalam tubuh. Mereka yang sering merasakan hal demikian beresiko terserang penyakit jantung, termasuk hal yang sering terjadi seperti insomnia, nyeri otot, tekanan darah tinggi, penurunan kekebalan tubuh, dan bahkan kanker.
Kemunculan penyakit tersebut erat hubungannya dengan perubahan hormon dalam tubuh. Salah satu diantaranya adalah hypothalamic pituitary adrenal  (HPA) pada hormon kortisol dan adrenal .
Pengaruh tak langsung akibat cemas dan tertekan adalah terjadinya aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah di sepanjang tubuh. Kalau untuk jantung koroner perlu diketahui bahwa penyebabnya bukan hanya pola makanan saja, namun tekanan juga mempengaruhi timbulnya jantung koroner.
Terkadang orang yang tertekan pola makannya berubah menjadi lebih meningkaat dan bisa meningkatkan asupan zat kolestrol, namun perlu diingat kalau zat kolesterol juga bisa diproduksi oleh hati.








Minggu, 20 November 2011

Jika Saya Menjadi Presiden ( Merubah Diri Sendiri Sebelum Merubah Orang Lain)


Aku bingung.Ya inilah yang mungkin saya rasakan. Bukan karena tidak siap memimpin tetapi apakah orang – orang di sekitar siap untuk dipimpin???Saya tidak akan mengobral janji akan melakukan apa dan akan membawa perubahan apa untuk negeri ini, tetapi saya akan merubah diri sendiri terlebih dulu. Apa arti sebuah perubahan besar yang dilakukan jika perubahan kecil saja tidak dilakukan,,,bisakah perubahan itu terwujud?bukankah perubahan itu dimulai dari yang kecil terlebih dahulu.
Menjadi presiden bukan suatu pekerjaan yang mudah, tetapi juga jangan dijadikan menjadi sulit. Bukan kesulitan yang membuat takut tetapi ketakutanlah yang membuat sulit. Jangan mencoba untuk menyerah dan janganlah menyerah untuk mencoba. Di sini tidak bearti saya tidak mau berkontribusi untuk negeri ini, tetapi bagi saya lebih baik memperbaiki bagaimana saya bersikap, bagaimana saya menghadapi dan menyelesaikan masalah, dan bagaimana saya mengontrol diri.
Ketika seseorang ingin merubah sesuatu, ada tiga hal yang menjadi pertimbangan mengenai setelah melakukan perubahan, apa akan lebih baik dan tentu itu yang diharapkan, apa akan tetap seperti sebelumnya yang berarti perubahan yang dilakukan itu sia – sia, ataukah akan menjadi lebih buruk dari sebelumnya.
Tata kembali niat dalam hati, menjadi presiden adalah tugas mulia. Niatkanlah segala sesuatu hanya untuk beribadah kepada ALLAH. Jika niatnya saja sudah salah maka apa yang akan dilakukan selanjutnya tentu tidak maksimal. Bukankah kita semua juga tahu bahwa segala sesuatu itu tergantung pada niatnya.
Intinya jika  menjadi presiden, saya belum akan menggembar-gemborkan janji atau program untuk dilakukan tetapi merubah diri saya sendiri dan merubah mindset masyarakat. Oleh karena itu,  mari kawan kita buka mata, buka telinga, buka hati. Berubahkah!!!jika memang belum bisa berubah untuk lebih baik jangan menambah masalah dengan melakukan hal yang memunculkan masalah. Sekecil apapun perubahan yang dilakukan akan berarti karena perubahan besar adalah gabungan perubahan kecil.

Kamis, 17 November 2011

Membaca untuk Menulis dan Menentukan Masa Depan

Idealisme penulis.Seseorang membutuhkan identitas, apalagi seorang penulis. Bukan hanya agar orang lain mengenalnya tetapi agar orang mengerti dan memahami tulisannya.Idealisme yang dimaksud di sini adalah apa yang membuat seorag penulis memiliki karakter dan ciri khas yang membedakannya dengan penulis yang lain.Keidealisan penulis harus sesuai porsi jangan sampai karena ingin memperlihatkan ciri khas dan membuat karya yang terbaik, seorang penulis melupakan tanggungjawabnya terhadap pembaca.Penulis tidak boleh egois sehangga menimbulkan kesulitan bagi pembaca untuk memahami tulisannya, karena syarat dalam menulis populer tidak boleh menyiksa pembaca.Penulis juga tidak hanya membuat pembaca paham namun juga harus mngerti.
Kesederhanaan. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, inilah pedoman yang harus selslu diingat penulis dan juga semua orang.Begitu halnya dengan menulis, kesederhanaan merupakan salah satu daya tarik bagi pembaca.Penggunaan paragraf sederhana dengan isi lima belas kata tiap kalimat dan menggunakan kata baku.Memperhatikan pola kalimat SPOK dan struktur tulisan yang berisi masalah-solusi atau pun sebab-akibat.Istilah asing jangan sering digunakan karena tidak semua pembaca bisa memahaminya.
Tips singkat menulis opini. Kerangka tulisan adalah pondasi yang harus dibuat untuk membuat tulisan.Kejelasan tentang objek tulisan yang dituju merupakan langkah selanjutnya sebelum menentukan judul yang agitatif.Kembangkan kerangka dengan membuat tulisan dari sudut pandang yang berbeda.
Menulis populer merubah pola pikir kita , membentuk karakter, menentukan pilihan, dan menciptakan masa depan.Ayo menulis kawan.......

Sabtu, 05 November 2011

OMB.....(Kebiasaan senior)

     Sebagai mahasiswa baru atau lebih dikenal dengan sebutan "maba" pasti tidak asing dengan istilah OMB. Di sini saya tidak akan membahas apa itu OMB atau kegiatannya, karena  temen-temen pasti sudah tahu. Sadar atau tidak ada satu fenomena yang sepengetahuan saya dan temen yang lain lihat tapi dianggap biasa, apa itu??? senior yang pasang wajah sangar saat melakukan evaluasi terhadap maba.
     Kebiasaan ini mungkin sudah berjalan bertahun-tahun atau memang sudah menjadi tradisi. Mengapa harus seperti itu, apa dengan wajah sangar akan membuat maba menyampaikan gagasannya dengan leluasa? sepertinya tidak. Niat para senior untuk melatih keseriusan itu bagus, tetapi di sisi lain ada perasaan takut dihati maba. Hal ini seharusnya juga menjadi pertimbangan para senior untuk mengonsep acara evaluasi dalam OMB.