Kamis, 22 Desember 2011

Judul Buku                   : Surat Kecil Untuk TUHAN
Penulis                         : AgnesDavonar
Penerbit                        : inandra publisher
Tahun terbit                 : 2008
Jenis buku                    : novel
Tebal buku                   : 232 halaman

Tuhan...
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini

Tuhan...
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal sama terjadi padaku, terjadi pada orang lain

Tuhan...
Bolehkah aku menulis surat kecil untukMu

Tuhan...
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu

Tuhan...
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..

Tuhan...
Izinkanlah rambutku tumbuh, agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya

Tuhan...
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan...
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hiduo
kepada siapapun yang mengenalku

Tuhan...
Surat kecil ku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali
Ke dunia yang Kau berikan padaku


Itu adalah rangkaian kata surat terakhir dari Gita Sesa Wanda Cantika, sosok gadis yang luar biasa menghadapi cobaan, melawan kanker ganas selama tiga tahun lamanya walaupun akhirnya ia menyerah.
Perjuangannya melawan kanker Rabdomiosarkoma di usianya yang baru berinjak 13 tahun membuat mata semua orang terpana.  Meskipun kanker itu telah menyerang hampir seluruh wajahnya sehingga menjadikannya seperti monster, keke tetap giat sekolah.
Sang ayah yang tidak menginginkan anaknya operasi karena akan mengakibatkan kecacatan pada wajahnya. Berusaha mencari pengobatan tradisional meskipun harus berjuang sampai ke daerah-daerah.
Pertemuannya dengan peri cantik dalam mimpi ketika komanya, menjadi awal hidup baru dari seorang Keke. Terbangun dari koma untuk berpamitan dengan orang disekitar dan mengakhiri penderitaannya selama ini.

bersyukur

Perjalanan Keke menjadi inspirasi dan motivasi bagi pembaca. bukan hanya menitikan air mata melainkan juga mengajari cara bersyukur. Tak harus dalam keadaan sehat, dalam keadaan apapun harus tetap ingat kepada Allah. Karena beliaulah yang maha adil dan bijaksana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar