Seorang bayi mungil yang lahir 18 tahun silam, tepatnya pada tanggal 8 Maret 1993 saat ini telah beranjak dewasa. Endang Sulistiyani itulah namanya. Hidup dalam keluarga sederhana bersama ayah, ibu, dan adiknya. Sejak berumur dua tahun diajari orang tuanya menjalani hidup yang sesungguhnya dengan merantau ke Sumatra. Anak yang waktu kecilnya bersifat manja dimana setiap keinginannya harus terpenuhi, semenjak pulang ke rumahnya justru berubah menjadi anak yang tertutup dan kurang bergaul. Lebih sering berdiam diri di rumah dari pada bermain bersama teman-temannya.
Taman kanak-kanak menjadi awal pendidikan formalnya, dia mulai belajar mengenal angka, huruf, dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Pada tahap ini dia mulai mengembangkan kemampuannya hidup mandiri. Mulai memakai seragam dan berangkat sekolah sendiri ketika ibunya bekerja. Pembelajaran inilah yang selalu diingatnya sehingga tidak menggantungkan diri pada orang lain.
Efek sosialisasi mulai memasuki diri sulis, nama biasa dia dipanggil dalam keluarga maupun sekolah. Kebiasaan membatasi diri dengan sekitar kini mulai berkurang seiring memasuki sekolah tingkat dasar. Dia mulai aktif dan mau bermain bersama dan boleh dibilang ini merupakan awal muncul kecerewetannya. Mendengar minrta tanda tangannu cerewet janagan langsung menilai begitu saja. Kecerewetan yang dimaksud di sini adalah cerewet dalam mengingatkan teman.
Beranjak ke pendidikan berikutnya tidak banyak hal berubah dari dirinya.hanya saja dia juga menjadi anak yang berpendirian namun sedikit mengaraah kepada keegoisan. Dia akan melakukan segala sesuatu yang diinginkan tanpa peduli apakah orang lain melakukannya, berjalan ke depan jika menurutnya itu benar tanpa meminta orang lain menunggunya atau menunggu orang lain. Sekarang sudah tidak pendiam memang namun kediamanannya terkadang membuat oranglain bertanya-tanya. Ketika tidak suka dengan sebuah keadaan dia cenderung diam, tanpa memberitahu sedikitpun apa alasannya. Seketika bisa saja bercanda bersama teman dan berubah menjadi diam, membuat teman disekitarpun bingung dengan perubahan sikap yang begitu cepatnya. Inilah salah satu hal yang membuat dia susah ditebak orang lain.
Endang Sulistiyani juga anak yang mudah bergaul dengan teman, meskipun sifat ini tentu bertolak belakang dengan sifatnya waktu kecil. Namun sifat ini juga tidak selamanya berlaku, ketika dia berada di kondisi lingkungan yang tidak kondusif lain lagi ceritanya. Kesulitan dalam beradaptasi karena sifat pelupanya dan kecenderungan untuk tahu orang tetapi belum tentu tahu namanya. Jangan ditiru sifat ini.
Sifat seperti ini membuatnya menjadi gadis yang sedikit aneh. Suka menyendiri dan jarang menceritakan sesuatu kepada orang lain membuat sifat penutup menghinggapinya. Kadang teman-temannya saja takut ketika ingin mengajak ngobrol. Inilah Endang Sulistiyani seorang gadis yang sedikit egois, gampang marah, dan sulit menilai sesuatu. Susah bermimpi tetapi tidak berarti tidak memiliki mimpi. Berangan-angan tentang sesuatu tidak langsung bisa dilakukan, membutuhkan pemikiran yang panjang. Motto hidupnya pun seperti ini,”hiduplah untuk kenyataan jangan hidup untuk impian. Bukan berarti tidak boleh bermimpi, namun jika hidup hanya untuk impian kapan kita akan meraih kenyataan hidup. Kenyataan baginya adalah sebuah jalan yang harus ditempuh dan jangan lupa mengingat ALLAH yang selalu melindungi. Inilah ENDANG SULISTIYANI. Semoga akan lebih mengenal diri pribadi terlebih dahulu sebelum lebih mengenal orang lain,amiiin...
SEMANGAT!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar